Kamis, 21 Januari 2016

Latihan soal 10 SMA - Klasifikasi Organisme



 1. Salah satu tujuan dari klasifikasi adalah ….
A. memberi nama pada organisme
B. mencari persamaan dan perbedaan
C. mempelajari ciri-ciri organisme
D. membedakan anatomi-morfologi organisme
E. mempermudah mempelajari makhuk hidup

 2. Klasifikasi organisme pada takson kingdom menggunakan beberapa karakter pembeda, kecuali ….
A. cara perolehan energi
B. dinding sel
C. jenis makanan
D. membran inti
E. organisasi kehidupan

 3. Perhatikan hierarki taksonomi berikut :
a. Genus                          d. Phylum/divisio
b. Familia                        e. Species
c. Ordo                             f. Classis
Urutan hierarki yang tepat setelah Kingdom ke arah bawah adalah ....
A. d-b-a-c-f-e
B. d-f-c-b-a-e 
C. d-f-b-a-c-e
D. d-b-c-f-a-e
E. d-c-a-f-b-e

 4. Penulisan ilmiah yang benar sesuai aturan binomial nomenclature adalah ….
A. Gnetum Gnemon
B. zea mays
C. Oryza Sativa
D. Musa textilis
E. Felis domestika

 5. Organisme yang mempunyai ciri–ciri utama eukaryotik, autotrof, dan uniseluler termasuk kingdom ....
     A. animalia
B. plantae
C. fungi
D. monera
E. protista 

  6. Di bawah ini yang merupakan karakter khas dari kingdom Fungi adalah .
A. multiseluler
B. heterotrof
C. reproduksi dengan spora
D. dinding sel dari kitin
E. sebagai parasit atau pengurai                               

 7. Di dalam satu spesies hewan sering didapati adanya variasi sifat  akibat faktor lingkungan yang berbeda, hal tersebut dikenal sebagai ....
A. mutan
B. varietas
C. transgenik
D. ras 
E. regnum

 8. Vertebrata terdiri dari superclassis Pisces dan Tetrapoda. Masing-masing superclassis tersebut dibagi menjadi beberapa ....
A. subclassis  
B. subphylum
C. classis 
D. ordo
E. phylum  

  9. Menurut konsep spesies biologi, 2 individu dianggap satu spesies yaitu apabila ….
A. memiliki kesamaan ciri hampir 100%
B. disilangkan menghasilkan keturunan yang fertil
C. menempati peran yang sama di dalam ekosistem
D. dapat melakukan perkawinan
E. hidup pada habitat yang sama

10. Kata manakah yang merupakan nama familia  .…
A. Ipomoea
B. Bryophyta
C. Solanales
D. Asteraceae
E. Gnetinae

Minggu, 03 Februari 2013

Cabang Biologi

Biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup. Sebagai sebuah ilmu induk, biologi memiliki banyak cabang ilmu. Banyaknya cabang ilmu dalam biologi sering kali membuat kita menjadi bingung menghubungkan kaitan satu cabang dengan yang lain. Dalam tulisan ini, saya mencoba menjelaskan pembagian dengan pendekatan sudut pandang. Tentu saja saya tidak bisa menuliskan semua cabang biologi secara lengkap di sini, tetapi semoga dapat menjadi pegangan untuk memahami kaitan cabang-cabang yang ada.

BIOLOGI bercabang menjadi dua kelompok ilmu berdasarkan pendekatan yang berbeda. Pendekatan pertama adalah Aspek dan yang kedua adalah Obyek. Pendekatan aspek maksudnya pembagian biologi berdasarkan macam-macam aspek dari makhluk hidup yang dipelajari (tanpa membedakan jenis makhluk hidup). Sedangkan pendekatan obyek maksudnya pembagian biologi berdasarkan kelompok makhluk hidup yang menjadi obyek kajiannya (meliputi semua aspek yang terkait dengan makhluk hidup tersebut).

BERDASAR ASPEK
Sitologi      : mempelajari sel
Histologi    : mempelajari jaringan
Anatomi    : mempelajari susunan dalam tubuh
Fisiologi    : mempelajari fungsi fa'al organ tubuh
Morfologi  : mempelajari susunan dan penampakan luar tubuh
Taksonomi : mempelajari pengelompokan makhluk hidup
Ekologi     : mempelajari tentang ekosistem (lingkungan dan organisme di dalamnya)
Parasitologi : mempelajari parasit
Genetika
Onkologi
Embriologi
Pathologi
dll.
Sekali lagi harus diingat bahwa pendekatan ini tidak memandang kelompok makhluk hidup yang menjadi obyek kajiannya. Misalnya ilmu anatomi memiliki pengertian dasar yang sama dan berlaku baik untuk tumbuhan, hewan maupun manusia.

BERDASARKAN OBYEK
Biologi berdasarkan obyeknya dibagi menjadi 3 kelompok utama :
Mikrobiologi
Botani
Zoologi

Mikrobiologi bercabang lagi menjadi :
Virologi
Bakteriologi
Protozoologi
Fikologi
Mikologi
dll.

Botani bercabang menjadi :
Briologi
Pteridologi
Orchidologi
dll.

Zoologi bercabang menjadi :
Helmintologi
Entomologi
Mallacologi
Ichtyologi
Herpetologi
Ornitologi
Mammalogi
dll.

Kamis, 09 Februari 2012

Konsep Spesies

Kita sering membahas spesies sebagai obyek kajian biologi. Bahkan kita memberi nama individu tertentu dengan nama spesies yang sesuai prinsip binomial nomenclature-nya Carollus Linnaeus. Tapi, bagaimanakah kita bisa memahami cara menentukan dua individu makhluk hidup sebagai satu spesies atau bukan ? Mungkin ada baiknya pada kesempatan kali ini kita lebih mendalami makna kata "spesies" terlebih dahulu.
 
Spesies dalam bahasa latin berarti “jenis” atau “penampakan”. Spesies merupakan unit dasar untuk memahami biodiversitas. Menurut Waluyo (2005), spesies adalah suatu kelompok organisme yang hidup bersama di alam bebas, dapat mengadakan perkawinan secara bebas, dan dapat menghasilkan anak yang fertil dan bervitalitas sama dengan induknya. Menurut Mayden (1997) dalam  Ariyanti (2003) saat ini ada sekurang-kurangnya 22 konsep untuk mendefinisikan spesies yang semuanya tampak berbeda-beda. Itu artinya bahwa para ahli mempunyai sikap dan pandangan yang berbeda-beda dalam memahami tentang spesies.

Munculnya keanekaragaman konsep spesies ini dilatarbelakangi oleh dua alasan mendasar.
Alasan pertama adanya perbedaan pemahaman tentang spesiasi yang merupakan proses munculnya suatu spesies baru. Karena spesiasi bukan hanya menarik perhatian para ahli evolusi, tetapi juga telah memikat perhatian dari berbagai disiplin bidang biologi lainnya seperti morfologi, genetika, ekologi, fisiologi, paleontologi, biologi reproduksi, dan biologi tingkah laku.
Alasan kedua adalah karena spesies merupakan hasil dari proses evolusi yang terus berjalan. Artinya bahwa konsep spesies yang dibuat berdasarkan proses spesiasi yang masih sebagian berjalan akan berbeda dengan konsep spesies yang dibuat ketika spesies itu benar-benar sudah sampai pada akhirnya.

Selain itu, bermacam konsep spesies muncul karena tujuan klasifikasi yang berbeda-beda. Seperti misalnya untuk tujuan identifikasi yang dilakukan oleh ahli taksonomi tumbuhan seringkali digunakan konsep spesies fenetik, sedangkan untuk mengamati keragaman genetikyang diperlukan dalam bidang konservasi digunakan konsep spesies biologi.

Ernst Mayr pada tahun 1963 mendefinisikan konsep spesies biologis (Biological Species Concept/BSC) yang dapat diterima secara luas. Spesies menurut BSC adalah suatu populasi atau kelompok populasi alami yang secara aktual memiliki potensi dapat saling kawin (interbreeding) dan menghasilkan keturunan yang dapat hidup fertil, namun tidak dapat menghasilkan keturunan yang fertil jika kawin dengan spesies lain. Dengan kata lain, suatu spesies biologis adalah unit populasi terbesar di mana pertukaran genetik mungkin terjadi dan terisolasi secara genetik dari populasi kelompok lainnya. Konsep ini didasarkan pada dua pandangan biologis yaitu reproduksi seksual meningkatkan keseragaman dalam gen pool melalui rekombinasi genetik dan jika dua kelompok populasi itu tidak dapat melakukan kawin silang maka di sana tidak terjadi aliran gen (gene flow) di dalam lungkang gen (gene pools). Ketidakmampuan interbreeding (perkawinan) akan memunculkan spesies yang berasal dari penggabungan bersama pada beberapa waktu berikut setelah kondisi telah mengalami perubahan. Jadi berdasarkan konsep ini, maka kriteria yang menentukan keberhasilan reproduksi seksual adalah kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang fertil. Konsep spesies ini tidak berlaku untuk organisme aseksual dan hibridisasi antarspesies.

Fungsi Indera

       Menurut Anda, bagaimana rasanya menjadi manusia tanpa indera ? Bagaimana rasanya menjadi manusia yang buta, tuli, kulit dan lidahnya mati rasa dan dalam keadaan hidung tersumbat seumur hidup ? Intinya, bagaimana jika semua indera yang dimilikinya tidak satupun yang berfungsi  sejak  lahir ? Gelapkah ? Sunyikah ?
Untuk bisa sedikit mengetahui jawabannya, terdapat 2 pendekatan yang dapat kita lakukan :
1. Bertanya pada orang yang mengalaminya.
2. Memperkirakan dengan pengetahuan kita.
      Tentu saja cara yang pertama adalah cara yang sulit karena orang yang buta dan tuli sejak lahir sudah hampir pasti kesulitan berkomunikasi (saya mengesampingkan kasus Helen Keller) untuk memberitahukan semua pengalamannya pada kita. Karena itu saya lebih memilih cara kedua, yakni dengan mencoba memperkirakan.
Pertama, kita harus ketahui lebih dahulu tentang fungsi indera


Rabu, 08 Februari 2012

Renungan Dangkal tentang Sel

       

        Apa yang Anda ketahui tentang sel ? Bagaimana Anda mendefinisikan sel ? Apakah Anda menyetujui bagaimana sel diartikan sebagai : "Unit terkecil dari struktural dan fungsional makhluk hidup" ? Bagaimana kalau saya memahami kalimat tersebut sebagai peranan sel ? Apakah saya salah ? Bagaimana dengan makna sel : "Satuan terkecil yang masih menunjukkan ciri kehidupan" ?
        Bagaimana pula Anda menyatakan tentang beda organisme uniseluler dan multiseluler ? "Organisme yang terdiri dari satu sel saja disebut bersifat uniseluler dan yang tersusun dari banyak sel disebut multiseluler" ? Lantas bagaimana dengan perbedaan organisme seluler yang soliter dibandingkan koloni sel ? Apa bedanya organisme multiseluler dengan koloni sel ? Jika Anda menemukan kumpulan hifa Zygomycota (untuk diingat, hifa jamur Zygomycota bersifat coenocytic atau tidak bersekat) yang tumbuh dari satu butir spora, apakah Anda akan menyatakannya sebagai satu sel soliter, koloni sel atau individu multiseluler ?

Tabel Endokrin Manusia


NO.
KELENJAR ENDOKRIN
HORMON
SASARAN
FUNGSI UTAMA
1.
Hipothalamus
GnRH
Hipofisis anterior
Memacu sekresi Gonadotropin
TRH
Hipofisis anterior
Memacu sekresi TSH
2.
Hipofisis posterior
Antidiuretic Hormone (ADH)
Ginjal
Memacu penyerapan air di ginjal
Oksitosin
Rahim
Memacu kontraksi rahim
Kelenjar mammae
Memacu pengeluaran susu dari kelenjar mammae
Hipofisis Anterior
Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
Tiroid
Memacu kelenjar Tiroid
Adrenocorticotropic (ACTH)
Adrenal
Memacu korteks Adrenal
Gonadotropic (FSH & LH)
Gonad
Memacu produksi sperma atau ovum
Memacu produksi hormon seksual
Prolaktin
Kelenjar mammae
Memacu produksi susu
Growth Hormone (GH)
Jaringan lunak & tulang
Memacu pembelahan sel, sintesis protein dan pertumbuhan tulang
3.
Tiroid
Tiroksin (T3) & Triiodotironin (T4)
Semua jaringan
Meningkatkan metabolisme, mengatur pertumbuhan dan perkembangan
Kalsitonin
Tulang, ginjal & usus
Menurunkan kadar kalsium dalam darah
4.
Paratiroid
Parathormone (PTH)
Tulang, ginjal & usus
Meningkatkan kadar kalsium dalam darah
5.
Korteks Adrenal

Glukokortikoid (kortisol)
Semua jaringan
Meningkatkan kadar glukosa darah
Memacu pemecahan protein
Mineralokortikoid (aldosteron)
Ginjal
Memacu reabsorpsi Na⁺ dan ekskresi K⁺
Hormon Seks
Gonad, kulit, otot dan tulang
Memacu organ reproduksi dan memunculkan ciri kelamin sekunder
6.
Medula Adrenal
Epinefrin (Adrenalin)
Jantung dan otot-otot yang lain
(sekresi ketika tercekam)
Meningkatkan kadar glukosa darah
Memberikan efek fight or flight
Nor-epinefrin (Nor-adrenalin)
7.
Pankreas
Insulin
Hati, otot, jaringan adiposa
Menurunkan kadar glukosa darah
Glukagon
Meningkatkan kadar glukosa darah
8.
Testes
Androgen (Testosteron)
Gonad, kulit, tulang dan otot
Memacu pembentukan sperma
Memacu ciri kelamin sekunder laki-laki
Ovarium
Estrogen dan Progesteron
Gonad, kulit, tulang dan otot
Memacu penebalan dinding rahim
Memacu ciri kelamin sekunder perempuan
9.
Thimus
Thimosin
Limfosit-T
Memacu produksi dan pematangan limfosit-T
RANGKUMAN DAFTAR SISTEM ENDOKRIN