Kita sering membahas spesies sebagai obyek kajian biologi. Bahkan kita memberi nama individu tertentu dengan nama spesies yang sesuai prinsip binomial nomenclature-nya Carollus Linnaeus. Tapi, bagaimanakah kita bisa memahami cara menentukan dua individu makhluk hidup sebagai satu spesies atau bukan ? Mungkin ada baiknya pada kesempatan kali ini kita lebih mendalami makna kata "spesies" terlebih dahulu.
Spesies dalam bahasa latin berarti “jenis” atau “penampakan”. Spesies
merupakan unit dasar untuk memahami biodiversitas. Menurut Waluyo
(2005), spesies adalah suatu kelompok organisme yang hidup bersama di
alam bebas, dapat mengadakan perkawinan secara bebas, dan dapat
menghasilkan anak yang fertil dan bervitalitas sama dengan induknya.
Menurut Mayden (1997) dalam Ariyanti (2003) saat ini ada
sekurang-kurangnya 22 konsep untuk mendefinisikan spesies yang semuanya
tampak berbeda-beda. Itu artinya bahwa para ahli mempunyai sikap dan
pandangan yang berbeda-beda dalam memahami tentang spesies.
Munculnya keanekaragaman konsep spesies ini dilatarbelakangi oleh dua
alasan mendasar.
Alasan pertama adanya perbedaan pemahaman tentang
spesiasi yang merupakan proses munculnya suatu spesies baru. Karena
spesiasi bukan hanya menarik perhatian para ahli evolusi, tetapi juga
telah memikat perhatian dari berbagai disiplin bidang biologi lainnya
seperti morfologi, genetika, ekologi, fisiologi, paleontologi, biologi
reproduksi, dan biologi tingkah laku.
Alasan kedua adalah karena spesies
merupakan hasil dari proses evolusi yang terus berjalan. Artinya bahwa
konsep spesies yang dibuat berdasarkan proses spesiasi yang masih
sebagian berjalan akan berbeda dengan konsep spesies yang dibuat ketika
spesies itu benar-benar sudah sampai pada akhirnya.
Selain itu, bermacam
konsep spesies muncul karena tujuan klasifikasi yang berbeda-beda.
Seperti misalnya untuk tujuan identifikasi yang dilakukan oleh ahli
taksonomi tumbuhan seringkali digunakan konsep spesies fenetik,
sedangkan untuk mengamati keragaman genetikyang diperlukan dalam bidang
konservasi digunakan konsep spesies biologi.
Ernst Mayr pada tahun 1963 mendefinisikan konsep spesies biologis (Biological Species Concept/BSC)
yang dapat diterima secara luas. Spesies menurut BSC adalah suatu
populasi atau kelompok populasi alami yang secara aktual memiliki
potensi dapat saling kawin (interbreeding) dan menghasilkan
keturunan yang dapat hidup fertil, namun tidak dapat menghasilkan
keturunan yang fertil jika kawin dengan spesies lain. Dengan kata lain,
suatu spesies biologis adalah unit populasi terbesar di mana pertukaran
genetik mungkin terjadi dan terisolasi secara genetik dari populasi
kelompok lainnya. Konsep ini didasarkan pada dua pandangan biologis
yaitu reproduksi seksual meningkatkan keseragaman dalam gen pool melalui
rekombinasi genetik dan jika dua kelompok populasi itu tidak dapat
melakukan kawin silang maka di sana tidak terjadi aliran gen (gene flow) di dalam lungkang gen (gene pools).
Ketidakmampuan interbreeding (perkawinan) akan memunculkan spesies yang
berasal dari penggabungan bersama pada beberapa waktu berikut setelah
kondisi telah mengalami perubahan. Jadi berdasarkan konsep ini, maka
kriteria yang menentukan keberhasilan reproduksi seksual adalah
kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang fertil. Konsep spesies ini
tidak berlaku untuk organisme aseksual dan hibridisasi antarspesies.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar