Dimulai dengan
Sains
Ini adalah
tulisan pertama saya dalam blog ini. Sebuah blog tentang Biologi dari sudut pandang
alternatif yang berbeda dari “pakem” pengetahuan di sekolah. Saya buat tulisan
ini dengan judul yang sederhana “dimulai dari sains” karena memang biologi sendiri
adalah salah satu anggota keluarga sains.
Sains adalah
keturunan pertama dari filsafat (yang sering disebut “mother of science”)
yang beranggotakan beberapa bidang ilmu salah satu di antaranya biologi.
Biologi sendiri adalah salah satu sains yang paling dekat dengan kehidupan
manusia sebagai subyek pengetahuan. Hal ini karena tidak ada yang melakukan
pendekatan lebih daripada biologi untuk memahami fenomena-fenomena fisik
peristiwa hidup itu sendiri.
Sains adalah “alat”
(tool) untuk memahami berbagai fenomena. Serta menjadikan pemahaman
tersebut sebagai bahan baku untuk memprediksikan fenomena pada ruang atau waktu
yang berbeda. Sains perkembang dengan beberapa syarat :
1.
Empiris
2.
Obyektif
3.
Universal
4.
Bebas nilai
EMPIRIS
Sains haruslah bersifat empiris, berasal dari
fenomena yang nyata, dapat diuji dan diulang dengan hasil yang sama. Sains
bukanlah kumpulan keyakinan yang berasal dari anggapan, kejadian yang tidak
teruji dan bersifat immaterial. Dengan kata lain, ruang lingkup sains adalah
ruang lingkung yang teramati oleh indera manusia dan bersifat logis.
OBYEKTIF
Sains haruslah
sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi dan tidak boleh murni berasal
dari alam pikir manusia yang subyektif. Sains berkembang dari fenomena yang
terjadi dan bukan dari sudut pandang manusia melihat fenomena tersbut. Maka
sains tidak dapat didoktrin atau diarahkan pada satu kepentingan pribadi dari
manus.
UNIVERSAL
Sains haruslah
bersifat sama dan teruji di segala tempat dan waktu. Kebenaran saintifik
haruslah berlaku tanpa batas ruang, waktu dan kondisi. Universalitas sains
inilah yang menyebabkannya dapat digunakan sebagai alat prediksi fenomena.
Tanpa sifat ini, sains hanya bernilai seperti berita yang tidak jelas arah
tujuannya.
BEBAS NILAI
Bayangkan sebuah
pengetahuan yang dibatasi oleh nilai, tidak akan berkembang dan bersifat kaku. Sains
tidak boleh bersifat seperti itu. Seperti peluru yang melesat, sains tidak
dapat dihentikan atau diperlambat sekalipun kecuali oleh keterlambatan
perkembangan pola pikir manusia sebagai pelakunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar