Rabu, 08 Februari 2012

Dimulai dengan Sains


Dimulai dengan Sains

Ini adalah tulisan pertama saya dalam blog ini. Sebuah blog tentang Biologi dari sudut pandang alternatif yang berbeda dari “pakem” pengetahuan di sekolah. Saya buat tulisan ini dengan judul yang sederhana “dimulai dari sains” karena memang biologi sendiri adalah salah satu anggota keluarga sains.
Sains adalah keturunan pertama dari filsafat (yang sering disebut “mother of science”) yang beranggotakan beberapa bidang ilmu salah satu di antaranya biologi. Biologi sendiri adalah salah satu sains yang paling dekat dengan kehidupan manusia sebagai subyek pengetahuan. Hal ini karena tidak ada yang melakukan pendekatan lebih daripada biologi untuk memahami fenomena-fenomena fisik peristiwa hidup itu sendiri.
Sains adalah “alat” (tool) untuk memahami berbagai fenomena. Serta menjadikan pemahaman tersebut sebagai bahan baku untuk memprediksikan fenomena pada ruang atau waktu yang berbeda. Sains perkembang dengan beberapa syarat :
1.       Empiris
2.       Obyektif
3.       Universal
4.       Bebas nilai
EMPIRIS
Sains  haruslah bersifat empiris, berasal dari fenomena yang nyata, dapat diuji dan diulang dengan hasil yang sama. Sains bukanlah kumpulan keyakinan yang berasal dari anggapan, kejadian yang tidak teruji dan bersifat immaterial. Dengan kata lain, ruang lingkup sains adalah ruang lingkung yang teramati oleh indera manusia dan bersifat logis.
OBYEKTIF
Sains haruslah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi dan tidak boleh murni berasal dari alam pikir manusia yang subyektif. Sains berkembang dari fenomena yang terjadi dan bukan dari sudut pandang manusia melihat fenomena tersbut. Maka sains tidak dapat didoktrin atau diarahkan pada satu kepentingan pribadi dari manus.
UNIVERSAL
Sains haruslah bersifat sama dan teruji di segala tempat dan waktu. Kebenaran saintifik haruslah berlaku tanpa batas ruang, waktu dan kondisi. Universalitas sains inilah yang menyebabkannya dapat digunakan sebagai alat prediksi fenomena. Tanpa sifat ini, sains hanya bernilai seperti berita yang tidak jelas arah tujuannya.
BEBAS NILAI
Bayangkan sebuah pengetahuan yang dibatasi oleh nilai, tidak akan berkembang dan bersifat kaku. Sains tidak boleh bersifat seperti itu. Seperti peluru yang melesat, sains tidak dapat dihentikan atau diperlambat sekalipun kecuali oleh keterlambatan perkembangan pola pikir manusia sebagai pelakunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar